Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto gaspol dorong sektor hijau sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi 2026, targetkan investasi Rp13.000 triliun lewat hilirisasi mineral, energi terbarukan, dan Green Super Grid. Kadin dan Kemenko Perekonomian klaim transformasi ini fondasi utama capai 8% PDB, dengan proyek CCS/CCUS USD15 miliar dan PLTS massal.
Euforia green economy ini bombastis: biofuel B40/B50, waste-to-energy 7 proyek, plus transmisi 70.000 km. Namun, analisis kritis di https://jawa11.one/ bongkar kontradiksi: RUPTL PLN 2025-2034 masih tambah 16 GW fosil, termasuk batu bara baru, sementara target EBT 23% 2025 cuma realisasi 16%. Kritik pedas: ini bukan akselerasi, tapi greenwashing—pemerintah jual mimpi net-zero 2060 sambil ketagihan subsidi BBM dan impor nikel mentah.
Pilar Strategis Ekonomi Hijau 2026
Fokus utama pemerintah:
- Energi terbarukan: Target 76% tambahan kapasitas EBT (surya 19 GW Jawa, bioenergi, panas bumi).
- Hilirisasi SDA: Nikel-kobalt untuk baterai EV, kurangi ekspor mentah.
- Efisiensi & CCS: Waste-to-energy awal 2026, elektrifikasi kendaraan listrik.
- Investasi swasta: Kadin commit Rp1.500 T hijau, fintech dukung UMKM ramah lingkungan.
Potensi besar: surya 200 GW, biomassa 50 GW—tapi realisasi historis gagal 9 tahun berturut.
Tantangan dan Kritik Tajam
Rencana ambisius, eksekusi lemah:
- Target gagal kronis: EBT listrik baru 12% 2025, jauh dari RUKN.
- Kontradiksi kebijakan: Tambah PLTU baru vs janji 100% surya desa.
- Biaya tinggi: Super Grid butuh triliunan, investor ragu regulasi tambang ketat.
- Inklusi nol: Daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) kebagian remah-remah.
Kritik sinis: Prabowo janji swasembada energi, tapi IESR bilang surya+angin belum optimal. Hilirisasi untung konglomerat, rakyat kecil hadapi banjir limbah nikel.
Prospek dan Saran Realistis
Optimis: Hilirisasi bisa dorong ekspor hijau USD200 miliar. Pesimis: Tanpa reformasi subsidi fosil dan pasar kompetitif, 8% PDB utopia. Saran: Prioritaskan PLTS atap 5 GW 2026, hapus kuota batu bara, audit green investment Kadin.
Kembali ke Beranda.